Sabtu
pagi yang tidak luput dari ingatan kami. Yah, seperti biasa kami mengikuti
kegiatan di sekolah dengan baik. Jam pertama diisi dengan penampilan English
Day dari adik kelas. Kemudian selesai ED, kami belajar Kimia yang diajarkan
oleh Bu Armanufianti sebagai pengganti sementara Bu Destuti yang cuti
melahirkan. Sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional yang menjadi penentu 3
tahun menimba ilmu di SMA, kami membahas soal-soal yang sebelumnya telah kami fotocopy. Setelah bel istirahat
berbunyi, Bu Arma meninggalkan kelas dan menyuruh kami untuk mengerjakan
soal-soal karena ibu akan terlambat masuk kelas. Di sinilah peristiwa itu
terjadi.
Pelajaran
terakhir di kelas kami adalah Kesenian. Kebetulan waktu itu kami akan latihan
teater dengan menggunakan alat musik seperti piano, gendang, ketipung, yang
kami bawa dari rumah pada saat jam Kesenian untuk ujian praktek Kesenian.
Sebelumnya, Bu Afrida sudah mengingatkan kalau alat musik jangan dipakai saat
jam pelajaran lain. Tetapi namanya remaja yang pasti memiliki kesilapan,
beberapa dari kami bernyanyi dengan suara lepas landing ketika jam istirahat
hingga beberapa menit pada saat jam kedua Kimia. Kamu tau apa yang terjadi? :D
hahaa.. kami sekelas diceramahin wali kelas kami yang sekaligus merupakan guru
Kesenian kami. Yah, kami mengaku salah, hingga kami semua tertunduk, membisu
sebentar dan memasang wajah penuh penyesalan. Di sisi lain ternyata ibu
mengerti betul keadaan kami sekarang (mungkin ibu bisa menyalurkan jasa yang
lain sebagai psikolog, hihii). Kami melakukan itu semua sebagai bentuk
kejenuhan kami. Kata Ibu Af, “Ibu tau kalian pasti sudah bosan. Hem dikatakan
bosan jangan, tapi mungkin sudah jenuh lebih tepatnya. Kalian butuh refreshing,
mungkin seperti tadi. Waktu kalian sebentar lagi, sangat singkat dan harus
menyelesaikan semua tugas dan ujian-ujian yang diberikan oleh guru. Sebentar
lagi kalian mau UAS dan UN. Jangan sampai semangat belajar berkurang”.
Begitulah kira-kira kata Bu Af, kalo ada lebih atau kurang harap dimaklumi,
saya juga manusia hehe.
Padahal kami baru sekali mengulah lho :o,
tapi gpp deh, toh jadi kenangan nantinya. Yaa intinya kami memang butuh
penyegaran di detik-detik yang mendebarkan ini. Semangat belajar teman-teman,
mau UN kan? Haha. Semoga tahun ini kita bisa teriak bareng dengan kertas di
tangan kita “LULUS” Amiiiinnnn yaa Rabb
o:)







0 komentar:
Posting Komentar